November 23, 2022
Javier Roca Menceritakan Kondisi

Javier Roca Menceritakan Kondisi Ruang Ganti Arema Saat Dipenuhi Korban Tragedi Kanjuruhan, 10 Menit Paling Menyesakkan Dalam Hidup

Javier Roca Menceritakan Kondisi Ruang Ganti Arema Saat Dipenuhi Korban Tragedi Kanjuruhan, 10 Menit Paling Menyesakkan Dalam Hidup. Pengalaman menyedihkan dialami pelatih Arema FC, Javier Roca dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1 / 10 / 2022). Kerusuhan terjadi usai pertandingan Singo Edan melawan tim Persebaya yang merenggut ratusan nyawa.

Javier Roca masih sangat besar dengan peristiwa malang yang terjadi dua hari lalu. Karena dia belum pernah mengalami tragedi seperti itu sebelumnya.

Entah di negaranya, Chili atau selama belasan tahun tinggal di Indonesia. Saya belum pernah melihat dan merasakan hal seperti ini sebelumnya, ucapnya.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Menko PMK, Muhajir Effendy telah mengeluarkan data resmi terkait jumlah korban Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022).

Total korban dalam salah satu tragedi terparah sepak bola dunia itu mencapai 448 orang. Dengan rincian 125 orang tewas, dan sisanya luka-luka.

Pada awalnya, Roca mengira ini adalah kejadian biasa yang terjadi ketika dua rival besar bertemu. Itu sebabnya dia terus memenuhi kewajibannya setelah pertandingan. Yakni konferensi pers di depan awak media.

Saya tidak tahu apa yang terjadi ketika saya memasuki ruang ganti itu. Saya hanya memuat berbagai hal di luar. Saya pikir itu adalah kejadian biasa. Tapi setelah konferensi pers dan berjalan ke ruang ganti, mata saya mulai perih. Saya baru sadar banyak orang berlarian di aula mendengarkan teman-teman mereka, ucapnya.

Saat memasuki ruang ganti, Roca melihat sekitar 15-20 suporter yang masih remaja dan anak-anak. Karena ruang ganti Arema cukup besar, masih ada dua kamar di dalamnya.

Karena lorong dan ruangan lainnya penuh, beberapa korban memang masuk ke ruang ganti pemain Arema.

Saya melihat sudah ada bantuan medis untuk membuat situasi mereka semakin lebih baik. Kami juga membantu penggemar mereka untuk mendapatkan udara segar.

Saya pikir ini adalah keadaan 10 menit terburuk yang pernah saya alami. Beberapa pingsan, histeris, dan mungkin 4-5 orang sudah meninggal. Saya, para pemain, dan semua orang sangat terkejut. Menangis seperti itu, kata pelatih berusia 42 tahun itu.

Kondisi ruang ganti menjadi hening beberapa saat kemudian. Pasalnya, tim Arema tidak menyangka kejadian ini membuat para suporter kehilangan nyawa.

Setelah itu, ada informasi bahwa lebih banyak korban kehilangan nyawa di luar ruang ganti. Kami semakin sedih, lanjutnya.

Suasana sedih ini berlangsung berjam-jam. Setelah seluruh korban dievakuasi ke rumah sakit, tim Arema baru meninggalkan stadion pada pukul 02.30 WIB.

Kami berada di ruang ganti selama kurang lebih 4 jam. Kemudian keluar dalam keadaan shock berat, kenangnya.

Tragedi Kanjuruhan

Seperti diketahui, Tragedi Kanjuruhan merupakan peristiwa yang merenggut 125 nyawa. Itulah awal dari kekalahan 2-3 Arema dari Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 BRI 2022 / 2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Tragedi ini tidak melibatkan kelompok pendukung karena Bonek tidak diperbolehkan hadir. Aremania melampiaskan kekecewaannya dengan menyerbu lapangan usai kekalahan tersebut.

Dari sini, partai bahkan menyemprotkan gas air mata yang membuat massa membubarkan diri dan panik. sebagian besar dari mereka sesak napas dan kesulitan kabur dari stadion hingga akhirnya melahirkan korbannya.

Pemerintah telah bergerak untuk mempertanggungjawabkan kejadian ini. Sejauh ini, langkah PSSI dan PT LIB adalah menunda pelaksanaan pertandingan Liga 1 hingga waktu yang belum ditentukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *