August 11, 2022
Pelatih Premier Rawan Dipecat

Pelatih Premier Rawan Dipecat yang ada di Preimere League di Tahun 2022-2023. Persaingan di Premier League 2022-2023 diyakini akan berlangsung sengit dan menarik. Manchester City dan Liverpool diprediksi paling difavoritkan, meski Chelsea hingga Manchester United bisa jadi ancaman.
Seperti biasa, Premier League dikenal sebagai salah satu liga terberat. Banyak pemain dan pelatih gagal memenuhi harapan dan harus mengangkat kaki mereka lebih cepat.

Musim 2021-2022 menjadi bukti betapa beratnya Liga Inggris. Ada beberapa pelatih yang harus segera memulai karirnya, seperti Xisco Munoz (Watford), Steve Bruce (Newcastle), Nuno Espirito Santo (Tottenham), Daniel Farke (Norwich), Dean Smith (Aston Villa), Sean Dyche (Burnley) , dan Ole Gunnar Solksjaer (Man United).
Artinya, musim depan seharusnya tidak jauh berbeda. Pelatih yang gagal harus siap hengkang. Klub perlu melakukan pergantian pelatih untuk menjaga level tim.
Setidaknya, ada 5 pelatih Premier League yang perlu diwaspadai dipecat musim depan. Siapa pun? Apakah Erik ten Hag In? Ayo simak artikel ini.

⦁ Jesse Marsch (Leeds United) Pelatih Premier Rawan Dipecat

Nama kedua adalah bos Leeds United, Jesse Marsch. Pelatih asal Amerika Serikat itu diyakini akan melanjutkan kerja keras Marcelo Bielsa. Mulai musim lalu, Bielsa kehilangan kendali atas stabilitas tim. Dia dipaksa untuk berdiri tegak, bahwa sentuhannya tidak lagi cukup untuk memberi Leeds kemenangan.
Marsch percaya untuk melanjutkan estafet. Dia memimpin Leeds United bertahan di Liga Inggris, akhirnya berhasil. Soalnya, kualitas Marsch belum benar-benar terbukti. Tak banyak pelatih asal Amerika Serikat yang berkiprah di Eropa, tantangan Marsch cukup besar di Premier League.

⦁ Frank Lampard (Everton)

Frank Lampard cukup beruntung untuk mempertahankan kursi pelatih Everton. Ia terbantu dengan hasil buruk tim lain dalam beberapa pertandingan terakhir musim lalu. Turunkan Everton, untungnya bisa menekan jumlah kekalahan menjadi dua dalam lima laga terakhir. The Toffees selesai 16, hanya dua garis di atas zona merah.
Meski begitu, kualitas Lampard belum terlalu diharapkan. Ada keraguan besar tentang kemampuannya mengelola tim di kompetisi seberat Premier League. Lampard gagal melatih Chelsea. Jadi, cengkeraman Everton merupakan tantangan besar bagi seseorang.

⦁ Ralph Hasenhuttl (Southampton) Pelatih Premier Rawan Dipecat

Nama pertama yang mungkin mengejutkan: Ralph Hasenhuttl. Bos Southampton sebenarnya bukan pelatih yang buruk, tetapi ada masalah dengan kerja konsisten dalam melatih tim. Hampir di setiap musim, Southampton kalah dengan skor fantastis. Timnya kalah dua kali dengan skor 0-9, yakni melawan Leicester dan Manchester United.
Bila dengan skor sebesar itu, tentu saja sulit. Harga diri pemain ditampar, status Hasenhuttl goyah. Meski begitu, dia bisa menghidupkan kembali tim dan mempertahankan posisi.

⦁ Brendan Rodgers (Kota Leicester)

Untuk beberapa alasan, Brendan Rodgers tidak bisa mengembangkan Leicester dengan baik musim lalu. Leicester seharusnya menjadi salah satu tim yang paling dekat dengan level enam besar.
Sayangnya, musim lalu Leicester hanya finis di peringkat 8, tidak akan ada kompetisi Eropa musim depan. Bahkan, mereka kalah dari West Ham yang baru saja bangkit bersama David Moyes.
Rodgers tampak kehilangan kendali atas tim di babak terakhir. Jika tidak ada kemajuan, musim depan akan sama sulitnya.

⦁ Eddie Howe (Newcastle United) Pelatih Premier Rawan Dipecat

Eddie Howe telah melakukan pekerjaan yang cukup baik dalam mengembangkan tim Newcastle dalam waktu yang singkat. Dia ditunjuk pertengahan musim untuk menggantikan Steve Bruce yang gagal.
Dalam waktu singkat, Newcastle berhasil memperbaiki posisi dan lolos dari zona degradasi. Mereka bahkan finis di peringkat 11 musim lalu. Soalnya, performa musim depan akan lebih ditonjolkan. Newcastle berawal dari beberapa pemain bagus di bawah kepemilikan miliuner Arab Saudi, tentu ekspektasi tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.